Tugu Jepang, Goa Jepang Peninggalan Perang Dunia ke-Dua di Kab. Biak

Beberapa tempat wisata yang ada di kab. biak diantaranya tugu jepang yang berada di biak.

Di Biak, ada sejarah panjang, termasuk sejarah Perang Dunia II. Jadi, di tengah wisata laut dan pantai, sebenarnya kita juga dapat menikmati wisata sejarah.

Di sana ada dua sejarah, yaitu berupa Tugu Sekutu dan gua Jepang. Untuk Tugu Sekutu, merupakan sejarah dari peringatan serangan Sekutu, dalam hal ini Amerika Serikat, ketika Perang Pasifik di Biak. Tugu itu juga dibangun untuk peringatan kemenangan Belanda atas Jepang.

Saya mengunjungi wisata sejarah lain, yaitu gua Jepang yang terletak di pusat kota, di dataran tinggi. Gua ini pada masa perang dunia digunakan jepang sebagai tempat bersembunyi sekaligus tempat penyimpanan logistik. Konon sekitar 5.000 tentara Jepang tewas dalam pertempuran di gua ini.

Jalan agak menanjak untuk bisa mendatangi tempat ini. Ketika saya memasuki gua Jepang, terasa dingin dan gelap. Ada genangan air biru yang tampak indah. Gua yang tingginya tiga hingga empat kali tubuh kita ini, dengan luas kira-kira 10 meter ini, memiliki dinding berbatu cadas berwarna cokelat keemasan.

Biak, terkadang ditulis Wiak, punya sejarah sebelumnya, yaitu pada 1567 konon ditemukan oleh seorang penjelajah Spanyol, Alvares. Oleh penjelajah lain asal Belanda,Willem Corneliszoom, dalam ekspedisi sekitar 1615, Belanda mengklaim wilayah ini sebagai daerah jajahannya.

Sejarah ini, di luar dugaan saya, karena selain keindahan wisata alam, pun memiliki sejarah yang panjang.

Bagaimana ke Biak?

Transportasi terbaik untuk mencapai Biak adalah pesawat. Pertimbangan utamanya adalah efesiensi waktu. Ada tiga maskapai penerbangan yang melayani rute dari Jakarta menuju Biak. Dengan menggunakan pesawat dari Jakarta, Anda akan transit satu kali di Makassar. Waktu tempuh kurang lebih 4,5 jam, namun karena perbedaan zona waktu, maka jika Anda berangkat jam 9 malam, Anda akan sampai di Biak sekitar jam setengah 5 pagi.

Dengan kata lain satu hari sudah Anda habiskan di perjalanan. Untuk itu disarankan juga tidak menggunakan akhir pekan sebagai pilihan waktu untuk datang ke Biak. Minimal pergunakanlah long weekend atau jika Anda ingin puas menikmati Biak, ambillah cuti kerja atau manfaatkan libur sekolah.

Penginapan

Jangan bingung mengenai penginapan, karena ketika Anda keluar pintu bandar udara sebuah hotel bernama Aerotel Irian bisa Anda temukan. Hotel ini bagus dan memiliki fasilitas yang cukup lengkap (wifi, kolam renang, hingga breakfast) dengan harga per malam sekitar Rp 480.000. Jika ingin mencari penginapan yang lain, Anda bisa mencoba sejumlah hotel di tengah kota seperti Hotel Mapia di Jalan Jenderal Ahmad Yani dan Nirmala Beach Hotel di Jalan Sorido Raya.

Tranportasi

Pusat kota ada di Jalan Imam Bonjol. Sepanjang jalan tersebut Anda akan menemukan swalayan, Bank, rumah makan, hingga pasar. Anda bisa menggunakan ojek dengan membayar Rp 5.000 untuk tujuan dalam kota jauh dekat, bisa juga membayar Rp 3.000 jika menggunakan angkot. Anda pun bisa menyewa mobil dengan membayar Rp 500.000 per hari tanpa supir.

Tujuan Wisata

Sejumlah tempat wisata bisa Anda temukan di Kota Biak, seperti Goa Binsari yang menjadi tempat persembunyian tentara Jepang pada Perang Dunia II. Dibutuhkan sekita 30 menit dari kota untuk sampai di tempat tersebut. Lalu Taman Burung dan Anggrek di Jalan Raya Bosnik, sekitar 1 jam perjalanan dari Kota Biak ke arah Biak Timur. Anda bisa memakai jasa ojek dengan membayar Rp.100.000. Tidak jauh dari tempat ini Anda bisa menemukan pasar Bosnik, di mana pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu merupakan hari pasar dan Anda bisa membeli ikan segar.

Jangan lupa untuk mengunjungi Air Terjun Wafsarak di Biak Utara. Air terjun setinggi kurang lebih 8 meter ini menyajikan keindahan dan ketenangan di tengah teduhnya pepohonan. Anda bisa menikmati kesejukan air berwarna hijau di kolam alam yang berada tepat di bawah air terjun. Bagi penggemar wisata bawah laut, Biak menjadi salah satu referensi tempat menyelam. Gugusan kepulauan Padaido merupakan salah satu lokasi dengan puluhan titik penyelaman yang menawarkan keindahan terumbu karang beserta spesies ikan yang beragam.

Salah satu titik selam yang menarik ada di sekitar Pulau Rurbas, kemudian di lokasi jatuhnya pesawat pembom Catalina milik tentara sekutu. Anda bisa menghubungi manajemen hotel tempat Anda menginap atau bisa juga langsung ke Dinas Pariwisata di Kabupaten Biak Numfor. Dinas Pariwisata menyediakan informasi, alat menyelam, pemandu hingga akomodasi untuk menyelam.

Pusat Oleh-oleh

Tidak lengkap rasanya jika tidak membawa oleh-oleh dari Kota Biak. Namun, sayangnya di Kota Biak hanya ada satu tempat cinderamata, yaitu di Iriani Art Shop Jalan Imam Bonjol. Di sini Anda bisa mendapatkan berbagai jenis oleh-oleh, seperti gantungan kunci khas papua dari harga Rp 5.000-Rp 7.500, patung mulai dari Rp 45.000 hingga Rp 60.000, kaus dari harga 60.000 hingga Rp 70.000, hingga kain batik Rp 95.000 per meter per segi.

Jangan lupakan roti Aru. Toko roti yang sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda ini menyediakan roti dan kue sebagai oleh-oleh. Roll gulung dan roti roll manis bisa menjadi pilihan dengan harga masing-masing Rp 40.000 dan Rp 10.000. Ada juga nastar dengan harga Rp 3.000 per potong.

Jaga Kesehatan

Jika Anda datang pada bulan-bulan seperti sekarang, maka bersiaplah menghadapi cuaca panas di Biak. Disarankan untuk membawa botol air minum untuk menghidari dehidrasi. Selain itu jangan pernah lupa makan, karena dapat dipastikan tenaga Anda akan terkuras setiap kali berjalan di tempat wisata, apalagi di tempat wisata minim sekali warung yang menjual makanan.

//

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>